NicoSa
Apapun yang terjadi - Patut Disyukuri
 
 
(place any text/link here - optional)
NicoSa
Apapun yang terjadi - Patut Disyukuri

Bukan Cinta Biasa
Posted on May 7th, 2009 at 2:23 pm by nicosa
.fullpost{display:inline;}

Kali ini kusadari
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu

Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku

Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku

Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku

CinTa terLaraNg^^
Posted on April 6th, 2009 at 2:15 pm by nicosa

Kau kan slalu tersimpan di Hatiku
Meski ragamu tak dapat ku miliki
Jiwaku kan slalu bersamamu
Meski kau tercipta bukan untukku

Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya

Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya

Mengapa cinta ini terlarang
Saat ku yakini kaulah milikku
Mengapa cinta kita tak bisa bersatu
Saat ku yakin tak ada cinta selain dirimu

SerPihaN sesaL^^
Posted on April 5th, 2009 at 1:11 pm by nicosa

Cinta apa yang sedang terjadi…
Seminggu tanpa berita…
Seminggu tanpa cerita…
Seminggu juga tanpa bicara…

Dan cinta sedang apakah dirimu,
Mengapa tak ada kabar,
Mengapa tak jua datang.

Dimanakah dirimu berada,
Cinta jangan engkau tinggalkan aku,
Aku tau aku yang bersalah,
Ku pikir ku bisa tanpa mu,
Tapi aku tak sekuat itu,
Kumohon kau kembali ke peluk ku,
Namun bila engkau tak kembali,
Mungkin lebih baik ku mati saja,

Cinta sedang apakah dirimu,
Mengapa tak ada kabar,
Mengapa tak jua datang,
Diam mu buat hatiku pilu,

Dan cinta…
Aku meminta maaf mu,
Ku juga minta sayang mu,
Tunjukan apa salah ku.

Kini aku sadari kau lah yang terbaik,
Dan tak ada yang bisa gantikan cintamu.

U & m3.. (^^)

SEPENGGAL CERITA KITA^^
Posted on March 21st, 2009 at 1:46 pm by nicosa

“Ketemu yukk…!” telpon pertama sejak hari itu. Membuat aku terdiam. Di hati aku seperti merasakan ada angin yang berhembus dari surga.

“Dimana?” ya, ya, ya… dimana? Hanya itu yang dapat aku katakan.

“Tempat biasa, aku tunggyya jam 8 malam ini.”

Click. Telpon terputus.

Jam 8 malam ini. Dan dia dating 30 menit lebih awal sedangkan aku 30 lebih lambat.

Dia tersenyum. Masih saja tersenyum. Padahal aku sudah telat setengah jam. Aku akan terima dosaku yang tidak menepati janji. Iklhas. Apalagi setelah melihat dia yang hanya tersenyum. Padahal aku lebih suka dia marah. Karena bahkan sekalipun dia tidak pernah marah padaku.

“Dari sini hotelnya kelihatan jelas ya?” sama sekali dia tidak menatapku bahkan sudah hampir satu jam aku duduk diam di sampingnya. Apa dia benar-benar tidak ingin melihat wajahku. Sebegitu bencinya kah dia padaku Tuhan? Ohh.. kenapa aku harus merasa sangat menderita seperti ini.

“Hotel impian. Honey moon. Seperti apa ya?”

Aku sama sekali tidak menjawab setiap ocehannya. Sekali ini aku merasa bahwa diam itu adalah emas. Aku ingin dengar dia berbicara. Karena lewat getar suaranya aku bisa merasakan gempa yang dasyat dihatiku. Dia kelihatan begitu berbeda.

“Kesitu yuk!” tanpa menunggu jawabanku. Dia menarik tanganku. Menyeret aku menuju hotel Muara. Kami berjalan kaki. Menyusuri sungai yang di penuhi kerlap kerlip lampu kapal turis dan nelayan. Bulan purnama malam ini kelihatan ingin menangis. Aku tau ini adalah awal dari tanda sebuah perpisahan.

Lebih banyak diam. Kopi panas hotel muara yang sedikit menghangatkan suasana yang dingin di sekitar kami. Duduk diam menghadap sungai yang kelihatan begitu indah lampu-lampu kapal. Seperti lampion-lampion kecil yang mengapung. Dan tumpukan rumah-rumah penduduk yang seperti tersusun dengan rapi di perbukitan “Gunung Padang”.

“Ingin rasanya minta maaf. Tapi malaikatpun tau. Kata maaf tidak akan mengubah semuanya!” ku tatap wajahnya yang begitu indah di bawah reremangan lampu hotel.

“Malaikat juga tau. Rasa cinta juga tidak dapat di ubah sesukanya!” untuk pertama kalinya dia menatap wajahku. “Setelah hari ini. aku juga kan menunggu. Seperti kamu yang menunggu dia!”

Hati aku sakit mendengar hal itu keluar dari mulutnya. Tapi aku hanya bisa diam.

Namun akhirnya. Aku yang tercekik menahan tangis. Mengharapkan suatu hal terjadi. Tapi ternyata hanya sebuah harapan.

“Kita berpisah disini ya!” ucapnya tepat di depan hotel muara. “Aku berjalan kembali kearah jembatan siti nurbaya tadi. Kamu berjalan berlawanan arah. Tepat di simpang pertama. Sudah ada seseorang yang akan mengantar kamu pulang! Dan ku mohon jagan pernah menengok kebelakang!”

“Besok…?” aku tidak mampu mengatakan lebih dari satu kata. Rasanya tercekik dan sangat menderita. Ini bukanlah diriku. Aku tau itu.

“Besok adalah awal dari waktu menunggu masa depan kita. Ayo membaliklah!” Dia meyakinkan aku dengan sebuah anggukan kecil. Aku pun membalikkan tubuhku. Aku rasa dia juga melakukan hal yang sama. “Jangan pernah menengok kebelakang ya… sekarang kami bisa langkahkan kaki kamu!”

Dengan berat hati aku langkahkan kakiku. Seperti katanya aku sama sekali tidak melihat kebelakang. Perlahan aku bisa melihat sahabatku berdiri tidak jauh dari tempat aku berjalan. Ingin berlari menghampirinya. Tapi aku memilih unutk menikmati detik-detik aku meninggalkan dia. Hari ini tidak akan terjadi lagi. Ini adalah pilihan. Air mataku jatuh ketika aku berjarak kurang lebih satu meter dari tempat sahabatku berdiri. Saat aku bisa dengan jelas melihat wajahnya. Saat itu lah aku tidak mampu lagi melangkahkan kakiku. Aku jongkok. Menangis. Sambil menutup kedua mataku. Sahabatku mengampiriku. Dan memelukku.

“Biarkanlah dia meninggalkanmu. Beri dia kesempatan untuk mengenal wanita lain dalam hidupnya. Karena dia juga pantas untuk bahagia!”

Sejak saat itu aku sadar. Siapa yang sebenarnya ku cintai. Cinta yang tumbuh itu ternyata selama ini telah di tutupi kesedihanku sendiri.

Sehari setelah dia pergi meninggalkan kota Padang. Sahabatku berkata :

“Kamu harus tau satu hal. Ketika kami berjalan perlahan meninggalkannya. Dia terus menatap kamu. Dia sama sekali tidak membalikkan badannya. Apalagi melangkahkan kakinya. Dan yang penting adalah bahwa dia melihat saat kamu menangis dalam pelukanku. Aku yakin dia tau apa yang sebenarnya terjadi di hatimu”

Lalu aku menulis surat ke 24…

Dear you…

I saw you smiling at me

Was it real or just my fantasy

Sepenggal lirik Eye on Me… dan aku tidak pernah lagi melihat senyum itu. Kamu pergi tanpa menoleh. Dan aku hancur dalam tangisku. 8 maret 2009 aku melihat 2 orang pria menangis karena aku. Yang satu menangis karena bahagia dan yang lain menangis karena sedih. Dan aku tidak dapat menangis. Karena air mata ku sudah berubah menjadi embun di hatiku. Ini adalah keputusanku. Tidak akan memilih siapa-siapa karena sekarangpun aku sudah kehilangan keduanya. Kamu boleh membenciku tapi aku akan tetap menyayangimu karena kamu sudah menemani hari-hariku saat aku merasa di tingglkan. Walaupun itu bukanlah cinta tapi aku hargai dirimu seperti lentera di kegelapan malam yang sangat aku butuhkan untuk menerangi jalanku. Sekarang aku mengerti arti hidup yang berbicara tentang masa lalu, hari ini dan masa depan. Apa yang terjadi di hari-hari yang lalu akan tertinggal menjadi sebuah kenangan, terserah itu kenangan manis atau pun kenangan pahit. Semua itu akan terukir abadi di hati. Dan tak kan pernah terulang lagi. Hari ini adalah hari yang harus di hadapi dengan tegar terserah kamu hadapi dengan senyum atau sedih. Karena hari ini adalah pilihan untuk hal yang akan diciptakan untuk masa lalu dan masa depan. Kemudaian masa depan. Suatu masa yang masih menjadi misteri. Seperti apa dirimu nanti. Seperti apa kehidupanmu.. dan apakah kamu masih bernafas? Dimana kamu harus tetapi janjimu di masa lalu dengan seseorang dan bahkan apakah kamu dan dia masih mengingatnya? Setiap manusia cenderung melupakan semua hal. Apalagi hal yang teramat tidak penting. Andai aku berfikir janji 3 tahun nanti adalah sebuah harta karun di masa depanku tapi belum tentu aku bisa menemukannya. Dan jangalah berpikir untuk apa kamu hidup? Roh yang berada dalam tubuh ini sebuah titipan abadi. Yang akan bercerita tentang manis dan pahitnya kehidupan terngantung bagaimana kamu menjalaninya. Hidup adalah pilihan. Setiap pilihan selalu adalah resikonya. Jadi kita harus jeli dalam memilih jalan di persimpangan agar kita tidak salah arah dan menyesal kemudian hari…

Maafkan aku… karena aku sudah mengambil pilihan itu. Sekarang aku bahagia dengan pilihanku. Dan aku harap kamu bahagia dengan pilihanmu. Walaupun aku tidak tau seperti apa 3 tahun nanti. Aku hanya bisa percaya dengan CINTA. Sekarang ini aku juga sendiri seperti kamu dan dia juga sendiri. Kita bertiga sendiri dan jalani kehidupan kita sendiri-sendiri sampai 3 tahun nanti apakah kita kan bertemu lagi atau tidak itu adalah rahasia Tuhan. Kadang sendiri itu menyenangkan. Seseorang pernah bilang padaku..

Harapanku bisa hidup bersama orang-orang yang mencintai aku. Harapanmu adalah milikmu dan harapan dia adalah milik dia.

Berharaplah dan jangan mencoba berjanji karena kita tidak tau kapan kita akan pergi meninggalkan bumi yang akan terus berputar walaupun tanpa kamu pun

“Dan mungkin kisah kita bertiga telah usai….”

Misa_Misa

i’M siNgLe i’m very Happy^^
Posted on March 17th, 2009 at 3:06 pm by nicosa

Mereka bilang aku pemilih dan kesepian
Terlalu keras menjalani hidup
Beribu nasehat dan petuah yang diberikan
Berharap hidupku bahagia

[*]
Aku baik-baik saja
Menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy

[**]
Mengejar mimpi-mimpi indah
Bebas lakukan yang aku suka
Berteman dengan siapa saja
I’m single and very happy

Mereka bilang sudah saatnya karena usia
Untuk mencari sang kekasih hati
Tapi ku yakin akan datang pasangan jiwaku
Pada waktu dan cara yang indah

Back to [*][**]

I’m single and very happy

Waktu terus berjalan
Tak bisa ku hentikan
Ku inginkan yang terbaik untukku

heLLo… BiaRLah berLaLu^^
Posted on March 12th, 2009 at 2:06 pm by nicosa

letih aku bila menatap
segala kisah dalam dirimu
pengorbanan dan penantian
hanya terbuang dan sia-sia

* kau hempaskan tubuh ini
kau goreskan luka hati

reff:
takkan aku kenal lagi
tulus cinta yang kau beri
pergilah cintaku
lupakan dirinya

takkan aku ingat lagi
sakit hati yang kau beri
pergilah cintaku
biarkan berlalu

Nb : untuk seseorang.. aku hanya bisa bilang “Maaf… karena aku tdk dapat untuk memilih km. karena dy tidk dapat di bandingkan oleh siapapun. aku mohon gapailah cintamu kembali seperti aku yang menggapai dirinya. terserah km blg aku bodoh. tapi aku cuma butuh dia dalam hidupku. hanya dia yusufku. hadiah terindah di bulan ramadhan. lailatulqadarku. dan krn hny dia yang dapat membuatku tersenyum. aku akan tunggu dia kembali walau seribu tahun lamanya.. maafkan aku. kamu adalah org yg baik, tampan lagi. g da satupun cew yg bisa menolak km. percaya deh. kita sama2 gapai kebahagian kita. karena kita adalah sebuah cinta..”

Can u see me..my valentine?
Posted on March 2nd, 2009 at 2:08 pm by nicosa

Ini tentang aku. Tentang kebodohan merindui sebuah cinta yang akhirnya meninggalkanku. Setiap malam selalu kutatap diriku yang terpantul di kaca kamar tidurku. ku yang pucat menyatu dengan warna cat dinding kamarku. Piyama yang tipis tidak membuatku kedinginan. Lihatlah rambutku yang sekarang telah pendek dalam sesaat. Kebiasan mengukur cinta dengan panjang rambut masih merupakan ritual hidupku. Sebagai bukti tidak ada cinta yang sempurna saat kamu belajar menggapainya. Bibirku gemetar menahan tangis yang sudah merupakan kebiasaan ku setiap malam. Sebagai pelampiasan topeng kebahagian untuk senyum-senyum manis mereka yang menyayangiku

Aku adalah gadis bodoh yang percaya dengan kekuatan cinta. Walaupun berulang kali aku jatuh dan tak mampu melihat di lubang kehidupan yang sangat gelap. Setiap malam kututup kedua mata ku yang berair membayangkan bagaimana cantiknya diriku tersenyum saat bersamanya.

My birthday.. 19 desember 2008. Tepat aku berumur 22 tahun. Saat yang paling berharga yang aku lewati bersamanya. Dengan suara yang pas-pasan dan irama yang jauh dari kesempurnaan. Dia terbata-bata menyanyikan lagu yang di persembahkannya untukku. This song is special for me “DIK”… apa yang aku lakukan dalam pikiranku? Ku rangkai mimpi indah yang akan kami lewati bersama. Namun mendadak aku kembali susah bernafas. Sesuatu yang dulu aku rasakan. Pernah kah kamu merasakan saat jantungmu berhenti berdetak? Dan kamu terdiam. Apa harapan ini akan hilang? Mimpi indah yang ingin ku rangkai akan dihapus oleh detak jantungku yang berisik seperti jam dinding “tik..tik…tik” .bantuku agar aku dapat membuka mata untuk melihat matahari berganti hari demi hari.

My new years.. 1 januari 2009. aku mengecewakan cintaku. Ingin aku jujur atas yang terjadi dengan hidupku padanya. Namun dia sibuk dengan pemikirannya. Berfikir aku tidak pernah ada untuknya. Menangis aku saat ku tau. Dia mulai mengahapus cinta di hatinya.

Lalu kami membuat janji untuk bertemu setelah berpisah karena dia tau betapa hancurnya aku.   Sakitttttt….. namun tak pernah ku berfikir untuk menyerah.

Namun cintanya telah menghianatiku. Dia hanya seorang pecundang yang tak pernah mau mengaku atas kebohongannya. Aku telah salah memilih cinta . Seseorang dari masa lalu ku mngulurkan tangannya kepadaku. Namun sampai detik ini tak pernah ku sambut. Aku masih terpaku dengan janji ku dengan dia. Pertemuan pada tanggal 8, 9 dan 10 maret 2009. Sebagai kepastian hidupku. Aku sadar dia sudah melupakan janji itu.

14 februari 2009. aku berdiri di tepi pantai. Melihat kerlap-kerlip kapal yang menembus kegelapan di lautan malam. Sedetik lagi jantung ini akan berhenti berdetak. Ku lihat cincin perak bermata putih yang melingkar di jari manis tangan kiriku. Pasangannya masih kusimpan. Namun aku sadar tak akan pernah akan kulingkari di jari manisnya. Dan aku sadar malam ini dia sedang bahagia bersama bidadari yang tepat pilihan hidupnya. Cukup bagiku telah mengenal cintanya walau hanya sekejap kerlipan mata. Sepasang cincin ini bukanlah milik ku dan dia lagi. Sebuah botol bening berisi sebuah harapan dan air mataku tertutup dengan rapat. Lalu dengan tegar aku masukan sepasang cincin yang awalnya ingin ku berikan padanya saat janji itu terlaksana. Namun cinta menggunakan logika. Ku tutup mataku.. ku berkata dengan pelan agar angin malam bisa membawanya kesisimu.. “aku disini telah melepaskan semua tentangmu yang selama ini telah ku genggam dengan erat”.

Dengan sekuat tenaga kulempar botol berisikan kertas dan cincin itu kelaut. Memecah saat menyentuh air dan tenggelam. Kemudian aku tersenyum. Lalu aku melihat kebelakang. Cinta sejatiku yang nyata menungguku dengan sabar. Menyambutku dengan senyumannya. Tanpa keraguan aku berlari ketempat dia berdiri dengan senyum ramah di wajahnya. Aku berbisik….

Can u see me… my valentine?”

Masih ada^^ by : my ELLO..
Posted on February 13th, 2009 at 3:46 pm by nicosa

Hari-hariku lewati hanya sendiri tanpa kekasih
Tapi tetap ku nikmakti indahnya hari tanpa tambatan hati

Reff:
Aku ingin menjadi setitik awan kecil dinadi
Bersama mentari
Walaupun kusendiri tapi aku masih ada
Masih ada cinta dihati

Kadang aku merindukan
Merindukan sentuhan
Sentuhan wanita

Ingin ku curahkan semua
Semua hasrat dijiwa
Yang t’lah lama ku pendam

Back to Reff:

Hari-hariku lewati hanya sendiri tanpa kekasih
Walaupun kusendiri tapi ku masih bisa bahagia

Bunga terakhir untuk mu^^
Posted on February 10th, 2009 at 4:09 pm by nicosa

Ternyata kau sama saja dengan kumbang-kumbang lainnya yang selalu hinggap di setiap bunga yang kau singgahi

Tidak cukup bagimu untuk satu kuntum bunga saja

Kau membuat layu daun-daunku

Mengugurkan setiap helai mahkotaku

Yang dulu kulambangkan sebagai cintaku

Kau membuat patahan di batangku

Melumuriku dengan lumut

Yang dulu kulambangkan sebagai kekuatan cintaku

Teruslah tebar pesonamu semampu kau bisa

Karena aku bukanlah bunga terakhir untukmu

NB : kadang membenci orang yang pernah kita cintai itu sangat menyedihkan. Namun apa daya kita karena cinta barunyalah yang membuat dia membenci kita??? Namun ingatlah …

“sayangilah org-org dibumi maka penghuni langit juga akan menyayangimu”

Aku bahagia jika siapapun mereka yg hidup di bumi ini bahagia…dan aku akan menangis diatas kesedihan mereka^^

Rintihan Hatinya Telah Menjadi Suara Alam^^
Posted on February 10th, 2009 at 4:07 pm by nicosa

Diluar itu dingin,lalu… kemudian dan sepi

Yang kau dengar hanya rintihan suara hujan

Jangan kau hayati !!!

Karena kau akan terbawa sunyi

Jangan biarkan mutiara bening

Jatuh dari bola matamu yang indah

Karena akan membawa bumi, langit dan semua insan-insan pencinta

Berguguran seperti bunga kembang tak jadi.

Lalu waktu memintaku berfikir seiringan dengan putarannya

Untuk apa berduka sebaiknya bersuka citalah

Tebarkan pesonamu !!!

Seperti wangi bunga di taman insan-insan pencinta

Seperti mekar bunga secantik insan-insan pencinta

Lalu siapakah insan pencinta?

Seseorangkah yang mengabdikan hidupnya untuk cinta?

Lalu… kemudian… dan cinta…

Tetapi ketika sadar kembali

Bahwa hujan masih merintih

Kau teringat akan perih yang engkau rasakan

Carilah cahaya wahai peri cantik yang berduka

Bahkan sampai tanganmu menggapai angkasa

Di saat kau memetik bintang, membelai bulan dan berkejaran dengan sang komet

Aku yakin ada persembahan yang akan kau temui

Hidup dengan kebahagian baru

Namun kau berteriak……….

Berhentilah wahai Hujan !!!

Engkau selalu merintih di telingaku

Seolah-olah mengejekku

Menyayat lebih dalam lagi hatiku, perih !!!

Andai kan sang pencipta memintaku untuk jujurkan hatiku

Aku telah bosan mendengar rintihan yang engkau anggap nyanyian itu

Apakah kau tidak tau wahai hujan tanpa mata, hati dan telinga

Sebuah teriakan setan dari mulut bejat seorang peri cantiknya yang sombong

Meludahiku dengan petir dan halilintar

Menyambar langsung ke mataku

Membawa bening-bening berkilauan pecah menjadi airmata

Lalu bolehkah aku berteriak?

Mengalahkan suara hujan?

Aku ingin berteriak

Tapi aku tak mampu untuk berteriak

Seolah-olah aku tercekik oleh kesedihan

Aku lumpuh, hatiku terbakar, telingaku tuli

Bantu aku berteriak… karena akupun bisu

Aku butuh cintamu… untuk tenangkan jiwaku yang membiru

Alam telah bernyanyi

Bahwa sang rembulan menyesal

Tidak akan pernah lagi mendapat cahaya dari sang surya

Tapi bolehkah meminta?

Agar putih tetap menjadi putih

Bukan kelabu apalagi hitam

Namun sang waktu terus berlalu

Dengan detiknya yang berisik

Bulan sabit sudah menjadi purnama

Namun sang peri kesepian masih dalam suasana duka gerhana

Senyumnya yang memudar mulai hilang dari angkasa

Rintihan hatinya telah menjadi suara alam

NB : jangan pernah belajar mengasihani dirimu sendiri. Jangan berfikir kamulah orang paling menderita di jaga raya ini. berfikirlah kamu adalah wanita paling berbahagia di dunia. Lalu bangga dengan apa yang kau miliki di hari ini dan nanti^^ jagalah harta mu itu karena itulah harta paling berharga di hidupmu. Bagi semua yang pernah merasakan pahit dan manisnya cinta. Berbahagialah dirimu karena telah mengenal senyuman dan airmata karena tanpa keduanya kamu tidak akan bisa seberjaya seperti saat ini. mempunyai senyuman setulus senyuman fajar^^ Love for U aLL from Misa_Misa^^

« Previous Entries